SEUNTAI MIMPI



SEUNTAI MIMPI
Banyak yamg beranggapan hidup di desa sangatlah mengasyikan, udara yang masih bersih, jauh dari hirup pikup aktifitas industri dan juga keramahan para masyarakatnya. Mungkin semua itu benar, but actually dibalik semuanya itu desa juga menyimpan seribu kisah pilu tentang usaha untuk bertahan hidup diera pembaharuan dan juga carut marutnya degradasi fikiran. Seperti yang saya alami saat ini, saya hidup disebuah desa kecil yang luasnya hanya 1 km dan berpenduduk kurang lebih 700 jiwa. Tak banyak yang bisa saya gambarkan dari desaku ini, namun yang sangat mencolok ialah anak-anak desanya yang kebanyakan sudah putus sekolah.
Didesaku kebanyakan hanya menyelesaikan sekolahnya pada level SMP saja, hal ini karena hanya sampai tingkatan tersebut sajalah yang disediakan pemerintah untuk mencerdaskan kami. Sementara jika ingin melanjutkan kejenjang berikutnya maka kami harus keluar desa dan menempuh jarak sekitar 10 km, itupun dengan kualitas yang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan sekolah yang ada di perkotaan seperti Metro. Hal itu pula yang mematahkan semangat dan juga mimpi para tunas muda untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.
Keadaan ini diperparah dengan pola pikir mereka yang memandang bahwa tanpa sekolah pun mereka masih tetap bisa hidup. Sehingga lebih mudah untuk menjumpai tukang angon sapi dan ambing dibandingkan Sarjana disini. Sehingga tiap kali segelintir anak yang dapat bersekolah hingga tingkat perguruan tinggi nanti akan menjadi manusia multi fungsi disini. Contohnya seperti saya yang berkuliah di pendidikan bahasa inggris harus bersiap menjadi motivator ibu-ibu pkk, konsultan pertanian dan peternakan dan juga menjadi seorang imam yasinan. You can imagine that.
Jika saja saya boleh bermimpi,  saya hanya ingin membangun sebuah sekolah didesaku  yang layak dan berkualitas bagi mereka. Melihatnya  tertawa dan tak lagi berfikiran kolot seperti  para pendahulu mereka, dan juga mencetak mereka menjadi generasi yang siap bersaing, its not easy but i believe that nothing impossible in this word. Dan saya ingin memulainya sedari muda, sedikit demi sedikit untuk membuat perubahan besar di masa depan.
Sekampung 20 April  2015


 





TEWEL IMOET

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TENTANG PRESENTASI

Mahasiswa Dan Internet.

listening 3