“TABIR DIBALIK CERITA SUKSES”



“TABIR DIBALIK CERITA SUKSES”
                   Jika ditanya “apa arti sukses menurut anda?”. Mungkin orang-orang didunia ini akan sepakat dengan menjawab, sukses itu ialah ketika anda mampu mewujudkan semua mimpi dan juga cita-cita yang selama ini anda idam-idamkan serta anda minta dalam setiap lantunan do’a. Lalu jika anda melanjutkanya pertanyaan anda, “apakah standar ataupun patokan sehingga seseorang dapat dikatakan sukses?”. Mungkin beberapa orang dari mereka akan menjawab, seseorang dapat dikatakan sukses apabila dilihat dalam segi finansial dia telah matang dan juga mampu untuk membiayai kebutuhan hidupnya, lalu jika dipandang dari segi academic, dia telah mendapatkan beberapa gelar dan juga menguasai beberapa skill yang dapat dia aplikasikan dalam kehidupan. Terakhir ketika anda bertanya “siapa orang didunia ini yang anda anggap sebagai orang yang sukses?”. Mungkin mereka juga menjawab Albert Eistein, Withney Hudson, Khoirul Tanjung, Mario Teguh, dsb.
                        Namun pernahkah terpikirkan dalam fikiran anda, dibalik kisah sukses dan juga pencapaian-pencapaian yang tertuliskan dengan kilauan tinta emas dari beberape figure diatas tersirat sebuah kisah pilu, miris, dan menyedihkan yang pernah mereka alami dan petut untuk anda renungkan. Kisah-kisah pilu tersebut hadir karena kurangnya pemahaman pola pikir manusia, seperti kita ketahui bersama kebanyakan orang didunia ini menilai seseorang dari tampilan fisik luarnya atau lahiriyah seperti, cantik, tampan, pintar ataupun kaya tanpa melihat sisi lain ataupun nilai lebih yang dimiliki seseorang. Hingga muncul sebuah istilah, orang akan terlhat hebat jika dilihat dari 3N ( Nasab, Nisab dan Nasib ) atau anak siapa?, punya apa?, dan juga siapa dia?.
            Padahal tidak semua orang yang anda anggap sukses, kehidupan masa lalunya memiliki tiga poin tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang hidupnya saat ini dilimpahkan dengan harta yang berlimpah ruah, setiap jengkal waktu yang dia miliki tak luput dari sorot camera dan juga melangkah dibumi dengan beralaskan karpet merah justru hadir dari kehidupan yang mungkin tak seorangpun mengira. Bullyan, cacian dan dipandang sebelah mata, seolah menjadi hal yang sangat biasa dan bagaikan rutinitas mereka sehari-hari.
            Apa yang anda fikirkan jika anda mendengar nama Albert Eistein, seorang ilmuan besar dalam bidang ilmu fisika yang penemuan-penemuanya masih kita nikmati hingga sekarang dan juga aktor dibalik keberhasilan tentara sekutu mengalahkan tentara Nippon pada perang dunia ke 2 dengan keberhasilan mereka meluluh-lantakan kota Hiroshima dan Nagasaki berkat nuklir yang dibuatnya. Namun siapa yang menyangka, namanya mungkin tidak ada dikenal jika pada usia 10 tahun dia give up dan tidak mau bersekolah lagi jika dia mendengarkan perkataan guru sd nya yang mengatakan “kamu adalah anak terbodoh didunia”. Yah, orang sepertinya sekalipun tidak hadir dengan karunia yang luar biasa dari tuhan, banyak teman sebayanya mengatakan dia bukanlah orang yang pintar. Namun pada akhirnya kegigihan dan juga kerja keras lah yang membuat namanya akan selalu terkenang.
            Selanjutnya apa yang anda fikirkan jika anda mendengar nama Withney Hudson, seorang wanita yang memiliki tinggatan nada tertinggi seorang perempuan atau alto yang resonansi suaranya mencapai 8 oktave. Wanita yang melejit namanya lewat tembang “Will Always Love You”, ini sempat dinobatkan sebagai ratu pop dunia dan juga sangat dikdaya dengan menduduki chat pertama dalam tangga lagu MTV amerika selama beberapa tahun untuk kategori penyanyi wanita di era 90 an. Rangkaian tinta emas tersebut tidak mungkin terjadi jika sang diva mendengarkan perkataan guru les vocal pertamanya yang mengatakan “suaramu seperti daun jendela yang tertiup angin”. Namun dia tidk menyerah dan memilih keluar dari les tersebut dan mengasah kemampuanya sediri dan suara merdunya masih layak untuk kita nikmati hingga sekarang.
            Kisah selanjutnya datang dari figure lokal, sang moivator dengan gaya bahasa yang sangat khas “Super Sekali”, yaitu Mario Teguh. Sosok yang sangat familiar yang wajahnya seringkali menghiasi layar kaca dan juga sosial media. Perkataan-perkataannya dianggap sangat mengena dihati dan juga selaras dengan realita kehidupan masyakat kita pada masa kini. Tak mengherankan jika rangkain kata yang ia kemukakan banyak yang dijadikan motto hidup bagi sebagian orang. Namun sekali lagi siapa sangka, jika beliau juga pernah mengalami kejadian yang tak mengenakan. Ketika dia masih belajar berpidato dan juga berbicara didepan publik, ada salah satu dari audience berdiri dan mengatakan “anda lebih cocok menjadi seorang tukang roti dibandingkan seorangg orator”. Namun beliau tetap saja mengasah kemampuanya berbicara dengan membaca banyak buku sehingga acara yang dia bawakan pun menjadi top ranking dan selalu kita tonton pada saat ini.
            Figure terakhir ialah salah satu putra terbaik bangsa yang dipercaya sebagai mentri perekonomian dalam kabinet Indonesia Beratu di era SBY-Budiono, beliaulah Khairul Tanjung. Sosok yang sangat disegani dalam dunia perindustrian, perekonomian dan juga pertelevisian bukan hanya dikalangan pengusaha lokal tetapi juga mancanegara. Beliau memang datang dari kalangan orang berada, karna memang sang ayah adalahh serang jurnalis dan juga memiliki redaksi yang cukup terkenal pada era 70an. Perjuangan beliau dimulai ketika lulus SMA dan akan melanjutkan ke bangku kuliah, saat itu usaha milik ayahnya mengalami kebangkrutan dan mengubah hidupnya menjadi seratus delapan puluh derajat, rumah besar mereka harus mereka tinggalkan dan berpindah kelosmen yang sangat kecil. Untuk melanjutkan kuliah beliau juga harus terpaksa berjualan pakaian hingga ada celotehan yang menyebut “Dirimu lebih cocok menjadi seorang pedagang daripada mahasiswa”. Namun dia tidak pernah memperdulikanya dan terus berusaha menyelesaikan study nya. Dan kita bisa lihat saat ini beliau menjadi salah seorang yang diperhitungkan dinegri ini lewat kegigihan dan semangat pantang menyerah yang ia miliki.
             Penggalan cerita diatas ialah segelintir kisah para orang hebat yang dapat menyakini bahwa mereka bisa lakukan apapun yang dia inginkan jika anda mau bekerja keras dan tentunya istiqomah dengan apa yang anda lakukan. Dalam hidup bumbu-bumbu pedas pasti akan datang menyertai seiring dengan pencapaian yang telah anda raih, namun jangan pula lupakan bahwa kita sudah sama-sama mengenal sebuah pribahasa “Anjing menggonggong kapilah berlalu”. Sebuah pribahasa yang sangat cocok untuk menggambarkan situasi jika ada yang meremehkan ataupun memandang sebelah mata diri anda.
            Apa yang ada pada diri anda saat ini syukurilah sebagai sebuah karunia yang diberikan oleh tuhan. Dan jangan pernah meremehkan diri anda sendiri, karna jika anda yakin dengan diri anda, niscaya anda dapat menggenggam dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TENTANG PRESENTASI

Mahasiswa Dan Internet.

listening 3