SKRIPSI DAN PENDIDIKAN TERAKHIR
SKRIPSI DAN PENDIDIKAN TERAKHIR
Hidup sebagai mahasiswa itu “menyenangkan”, untuk
anak desa pinggiran seperti saya. Anda tidak perlu pusing karna belum bekerja,
cukup hanya bilang masih kuliah, anda juga tidak harus pusing menjawab
pertanyaan tetangga kapan nikah, cukup hanya bilang masih kuliah )= . terdengar
konyol memang, namun inilah kenyataanya.
Melihat
update status teman – teman dalam berbagai media masa dan sosial terkadang
membuat saya bingung, mengapa mareka terlihat begitu pusing namun saya tidak.
Dipusingkan dengan mencari masalah padahal masalah itu datang silih berganti
menghampiri mereka. Namun bukan berarti
saya tidak mengajukanya (judul), namun tidak merasa pusing sama sekali. Hatipun
mulai bertanya-tanya what wrong from my
self.
Dan
akhirnya akupun mengerti dengan apa yang terjadi pada diri ini, actually rasa
pusing itu tetap ada, namun kadar kepusingan yang terjadi masih kalah dengan
kehawatiran pada hati ini. Iya, khawatir jika tugas akhir ini adalah tugas
terakhir bagi diriku, dan kampus ini adalah tempat paling terakhirku untuk
menuntut ilmu.
Hati
ini teramat ingin untuk melanjutkan kejenjang berikutnya, namun apa daya jika
tangan ini mungkin tak kan sampai untuk merangkulnya. Sehingga secara perlahan
perasaan yang sangat berat akan menjadi ringan karna perasaan sayang tersebut.
Bayangkan saja anda meminum segelas es teh manis dengan sedotan dibawah cuaca
yang amat terik. Disedot-sedotan awal mungkin anda tidak akan merasakan manfaat
dari es tersebut, namun menjelang sedotan terakhir anda baru akan merasakan
betapa nikmatnya es itu dan tidak ingin sedotan pada es itu berakhir dan habis.
Mungkin itulah sesuatu hal ang tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini.
Tidak
ingin rasa nyaman dan semangat untuk belajat ini akan berakhir, namun juga
tidak mau untuk berlama-lama menikmatinya. Membuatku begitu berhasrat untuk
menikmati saat-saat ini, momen dimana mungkin tidak akan pernah aku rasakan
lagi dimasa mendatang. Sibuk mencari sumber pustaka, terkena omelan dosen, dan juga tugas kuliah yang hadir setiap saat.
Aku pasti akan
merindukanmu, jika nanti kita harus terpisah......
Wahai bangku
kuliah...............
Sekampung, 04/06/15:
23.28
TEWEL
IMOET
(calon
S, Pd.)
Komentar
Posting Komentar